Akhdiansyah: KKN jadi Musuh Bersama untuk Diberantas

0
207

Hariannusa, Mataram – Pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi harus terus digaungkan serta menjadi komitmen bersama untuk dilawan. Perbuatan rasuah ini adalah musuh bersama sebab akan banyak yang dirugikan jika hal menyimpang ini terjadi.

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Akhdiansyah mengatakan, bahwa integritas dan akuntabilitas harus dijaga tidak hanya bagi diri personal tapi juga secara kelembagaan.

“Yang paling penting adalah menjaga integritas, akuntabilitas dan kerja-kerja bagi masyarakat. Sehingga dengan memperkuat komitmen itu yakni menghindari korupsi adalah infek dari menjaga integritas dari korupsi,” ujar Akhdiansyah di Gedung DPRD NTB, Rabu, (15/3/2023).

Politisi PKB ini menegaskan, bahwa konsistensi dengan regulasi yang ada merupakan bentuk komitmen untuk tidak berbuat korupsi. Regulasi ataupun aturan yang ada sudah sangat jelas mengatur tentang hak dan kewenangan. Misalnya regulasi tentang standarisasi anggaran untuk perjalanan dinas, pembelian barang-barang dan lainnya.

“Itu saya kira kalau sudah sesuai dengan standar yang ada maka itu akan menjaga kita untuk terhindar dari hal-hal diluar regulasi yang ada. Sebab itu sudah ada garansi bahwa sesungguhnya korupsi itu bisa dihindari,” paparnya.

“Jujur dengan diri sendiri itu penting. Bagaimana pejabat yang duduk di lembaga publik apakah itu legislative dan eksekutif maka harus memberikan pembelajaran yang baik terhadap pemanfaatan penggunaan fasilitas maupun penggunaan anggaran,” sambungnya.

Lebih jelas dikatakan bahwa batasan-batasan dan standar yang ada akan memberikan edukasi bahwa mencegah korupsi lebih awal adalah yang terbaik.
Korupsi ini merupakan penyakit yang harus dihindari oleh semua elemen terlebih para pejabat publik. Untuk itulah harus memberikan tauladan sebab pejabat publik juga menjadi panutan tidak hanya bagi pegawainya tapi juga masyarakat.

“Secara prinsip tentang korupsi, kolusi dan nepotisme adalah komitmen bersama untuk dilawan secara bersama,” tandas Akhdiansyah. (03)