Pastikan Keamanan Pangan Jelang Idul Fitri 2023/1444, BBPOM Mataram Lakukan Inspeksi dan Pengawasan

0
242

HarianNusa, Mataram – Untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat, khususnya pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri Tahun 2023/1444 H, BBPOM Mataram melakukan Inspeksi dan pengawasan ke retail modern dan sejumlah pedagang takjil di Kota Mataram.

Sidak dilakukan bersama lintas sektor terkait yaitu Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota, serta Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota. Selain itu BBPOM di Mataram juga menggandeng Pramuka Kwarda NTB dan Kwarcab Kota Mataram yang tergabung dalam Rintisan Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM). SAKA POM merupakan sarana dan wahana dalam memupuk, mengembangkan, membina, mengarahkan minat serta bakat generasi muda dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan.

Fokus pengawasan adalah pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kadaluarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat dsb) pada sarana peredaran pangan (distributor, toko, supermarket, ritel tradisional, para pembuat dan/atau penjual parcel). Selain itu juga dilakukan pengawasan pangan takjil berbuka puasa.

Pengawasan khusus menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2023/1444 H, dilaksanakan secara nasional dalam 6 (enam) tahap yaitu sejak tanggal 13 Maret hingga 19 April 2023.

Kepala BBPOM Mataram, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt., mengungkapkan bahwa, pihaknya telah mengawali kegiatan pada 13 Maret 2023 dan akan berakhir pada 18 April 2023, dengan mencakup 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Adapun hasil Kegiatan Pengawasan Pangan Rutin Khusus yang telah dilaksanakan pada 13 Maret s.d 16 April 2023, yakni: Untuk hasil pengawasan di Sarana Peredaran Pangan Olahan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 125 sarana (terdiri dari 25 sarana Gudang Distributor, 43 sarana Ritel Modern dan 57 sarana Ritel Tradisional) dengan hasil 113 sarana Memenuhi Ketentuan (90,4%) dan 12 sarana Tidak Memenuhi Ketentuan (9,6%).

"Dari total sarana yang tidak memenuhi ketentuan, 4 sarana merupakan sarana ritel modern dan 8 sarana merupakan sarana ritel tradisional, yang tersebar di wilayah Sumbawa Barat (4 sarana), Lombok Barat (3 sarana), Sumbawa (3 sarana), Lombok Timur (1 sarana) dan Mataram (1 sarana)," jelasnya, Senin, (17/4/23).

Sedangkan untuk temuan produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 37 item (289 kemasan) produk Pangan Kadaluarsa dengan nominal Rp2.124.500,-. Sementara untuk produk dalam parcel semuanya aman.

"Pangan kadaluarsa tersebut kemudian disisihkan/diturunkan dari display untuk diretur ke sumber pembelian atau dimusnahkan oleh pemilik dengan disaksikan petugas. Kepada pelaku usaha diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk selanjutnya tidak lagi menjual produk pangan yang tidak sesuai ketentuan.
Selama pengawasan tidak ditemukan produk Tidak Memenuhi Ketentuan di dalam parcel," jelasnya.

Sementara untuk takjil berbuka puasa, pihaknya melqkukqn sampling terhadap 131 (seratus tiga puluh satu) pedagang dengan 321 sampel yang diuji. Dengan hasil 315 sampel Memenuhi Syarat (98%) dan 6 sampel Tidak Memenuhi Syarat (2%).

"Dari 6 sampel yang Tidak Memenuhi Syarat seluruhnya ditemukan positif mengandung boraks dalam sampel Mie basah (1 sampel) dan kerupuk terigu (5 sampel). Temuan pangan mengandung boraks ditemukan di Kabupaten Lombok Barat (2 sampel), Mataram (2 sampel), Sumbawa (1 sampel) dan Sumbawa Barat (1 sampel)," terangnya.

BBPOM Mataram mengingatkan kepada para pelaku usaha khususnya distributor atau retai pangan untuk lebih memperhatikan keamanan produk yang dijual dan mematuhi peraturan yang berlaku, sehingga masyarakat mendapatkan produk yang aman dan bermutu

Pun kepada masyarakat agar sebagai konsumen harus memiliki kesadaran untuk memilih produk pangan yang aman, serta agar ingat selalu Cek KLIK (cek Kemasan, cek Label, cek Izin Edar, dan cek Kedaluwarsa) ketika akan membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan. Dan untuk memastikan produk pangan telah terdaftar, masyarakat dihimbau untuk memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile yang dapat diunduh melalui play store (Android) atau App store (iOS). (03)

Ket.foto:
1. Kepala Kepala BBPOM Mataram, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt., bersama stakeholders terkait saat melakukan sidak lapangan pedagang takjil di Kota Mataram. (HarianNusa)
2. Foto bersama Kepala BPPOM Mataram bersama stakeholders terkait dan Management Lotte Grosir usai sidak. (Istimewa)