Evaluasi RPJMD Provinsi NTB, Pemprov Berhasil Tuntaskan 27 Indikator RPJMD 2018 – 2023

0
417

HarianNusa, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah berhasil menyelesaikan 27 dari 37 indikator yang terdapat dalam Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2018 – 2023. Hal ini menunjukkan capaian sebesar 73 persen. Namun, masih terdapat 10 agenda pembangunan yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Dr. H. Iswandi M.Si pada agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024. Acara ini digelar di Hotel Lombok Raya pada Kamis, 4 Mei 2023.

Iswandi menjelaskan 10 agenda pembangunan yang harus diselesaikan dalam RPJMD tahun 2018-2023. Diantaranya meningkatkan indeks kualitas tutupan lahan, penanganan dan pengurangan sampah, meningkatkan kemantapan jalan serta penyelesaian rumah tak layak huni, peningkatan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme ASN.

‘’Ini didukung dengan pembangunan tata kelola pembangunan daerah. Pembangunan yang berkomitmen untuk mencapai tujuan SDG’s serta pembangunan yang mengarah pada peningkatan daya saing daerah,’’ katanya.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Pemprov NTB masih perlu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme ASN. Selain itu, Pemprov NTB juga berfokus pada upaya membangun manusia, lingkungan, dan kesejahteraan. Pembangunan tata kelola pembangunan daerah yang berkomitmen untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) dan mengarah pada peningkatan daya saing daerah juga menjadi fokus.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi NTB, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Staf Ahli Kementerian Bappenas RI, Bupati/Walikota dan pejabat yang mewakili, Kepala Bappeda se-NTB, dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, RPD yang dirumuskan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk tahun 2024 – 2026 juga menekankan pada transformasi ekonomi sebagai tema utama untuk tiga tahun ke depan. Dalam tiga tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi non-tambang di NTB harus meningkat melebihi peningkatan yang selama ini terjadi, dengan dukungan sektor tambang.

“Transformasi ekonomi menjadi tema utama dari RPD NTB dalam tiga tahun kedepan. Dan oleh sebab itu semua sektor yang produktif diharapkan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya untuk memastikan berbagai sektor dan lapangan usaha yang ada mengalami peningkatan produktifitas,” papar Iswandi.