Dies Natalis ke 7, Direktur Poltekpar Lombok paparkan Capaian IKU 2022

0
174

Mataram – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar Dies Natalis ketujuh dengan tema “The Joy of Reminiscing Lane”, pada Selasa, 9 Mei 2023, ruang Amphi Teater Poltekpar Lombok.

Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja, dalam sambutannya saat Sidang Terbuka Senat Akademik memaparkan, untuk memeriahkan Dies Natalis Poltekpar Lombok yang ketujuh, dirangkaikan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih dari 300 mahasiswa internal dan sebanyak 150 peserta eksternal. Dan melombakan 16 cabang lomba yang dijalankan oleh Senat Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa serta UKM yang terdiri dari 24 rangkaian kegiatan selama 7 hari, mulai tanggal 2 s.d 9 Mei 2023.

“Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan asosiasi pariwisata dan perhotelan yang ada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” jelas Herry.

Herry juga memaparkan pencapaian tujuh Indikator Kinerja Utama (IKU) Poltekpar Lombok pada tahun 2022. Pertama indikator waktu tunggu maksimal lulusan Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata untuk terserap di sektor pariwisata adalah 5,24 bulan atau hanya mencapai 96 persen. Tentu ini belum mencapai target yang ditentukan yakni lama waktu tunggu 5 bulan. Sehingga pada tahun ini, Poltekpar Lombok akan terus melakukan percepatan agar indikator 1 pada tahun 2023 dapat tercapai.

Indikator kedua yakni rasio penelitian kepariwisataan yang dimanfaatkan terhadap total penelitian yang dihasilkan dengan target 80 persen telah dicapai Poltekpar Lombok. Bahkan melebih target hingga mencapai 125 persen.

Ketiga yaitu rasio pengabdian kepada masyarakat yang dimanfaatkan terhadap total pengabdian yang dihasilkan dengan target sebesar 70 persen juga mampu melebihi target capain dengan realisasi sebanyak 143 persen.

Keempat, rasio lulusan (output) terhadap mahasiswa baru (input) dengan target 95 persen hanya tercapai 85 persen. Hal ini menjadi salah satu perhatian penting bagi Poltekpar Lombok agar dapat menjaga stabilitas jumlah mahasiswa agar seluruh mahasiswa yang diterima dapat menyelesaikan studinya di Poltekpar Lombok.

“Misalkan mahasiswa yang lulus 100 orang maka yang masuk juga harus 100 orang,” ujar Herry..

Indikator Kelima, lanjut Herry, jumlah mahasiswa pendidikan vokasi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata yang tersertifikasi kompetensi sesuai skema kualifikasi dengan target 212 mahasiswa telah mencapai dan melebihi target dengan realisasi sebanyak 233 yang telah tersertifikasi.

Keenam, yakni jumlah program studi di Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata yang terakreditasi Baik Sekali dengan target 2 program studi, dapat terealisasi 1 program studi. Target ini belum tercapai pada tahun 2022, namun pada tahun ini telah dilakukan proses reakreditasi bagi tiga program studi yang ada di Poltekpar Lombok yakni Prodi Usaha Perjalanan Wisata, Prodi Divisi Kamar, dan Prodi Seni Kuliner.

Ketujuh, yaitu rasio kerjasama yang ditindaklanjuti terhadap total kerjasama yang disepakati dengan target 79 persen telah tercapai dan melebih target dengan realisasi capaian hingga 124 persen.

“Berdasarkan capaian tujuh indikator itu, Poltekpar Lombok pada tahun 2022, ada tiga yang belum tercapai dengan optimal. Tentu ini menjadi perhatian penting bagi kami untuk berupaya agar dapat mencapai target tersebut. Lebih lanjut, pada tahun 2023, terdapat beberapa target IKU yang mengalami peningkatan capaian target,” janjinya.

Poltekpar Lombok juga telah melakukan berbagai kegiatan dan pencapaian selama satu tahun belakangan ini. Kegiatan ini merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai target indikator Poltekpar Lombok dan mewujudkan visi Poltekpar Lombok sebagai institusi pendidikan tinggi kepariwisataan di bidang vokasi yang berstandar internasional dan berkepribadian Indonesia.

Herry mengatakan untuk mendukung akselerasi percepatan serapan alumni Poltekpar Lombok telah melaksanakan Career Expo dan juga membentuk IKA Alumni Poltekpar Lombok dan mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan khusus untuk mempersiapkan calon alumni Poltekpar Lombok sebelum memasuki dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan penelitian agar termanfaatkan, Poltekpar Lombok mendorong agar penelitian yang dilakukan adalah penelitian terapan. Selain itu, Poltekpar Lombok juga menerapkan proses penelitian dengan skema kompetisi dan juga menggunakan sistem kontrak, sehingga proses penelitian dapat dilaksanakan secara optimal dan termanfaatkan.

Poltekpar Lombok pada tahun 2022, telah melaksanakan 17 penelitian yang terdiri dari 11 penelitian individu, 4 penelitian kelompok, dan 2 penelitian institusi. Sedangkan pada tahun ini, sedang dilaksanakan 13 penelitian individu kategori satu (terdiri dari 1 peneliti) dan 6 penelitian individu kategori dua (terdiri dari 2 peneliti), terdapat 4 penelitian kelompok, dan 1 penelitian institusi.

Adapun penelitian institusi yang sedang berlangsung tahun ini berfokus pada salah satu wilayah destinasi pariwisata prioritas Kemenparekraf/Baparekraf yang juga ditetapkan sebagai jangkauan wilayah kerja Poltekpar Lombok yakni Morotai di Provinsi Maluku Utara.

Mengenai dukungan pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, Poltekpar Lombok melakukan dukungan di berbagai wilayah khususnya di wilayah NTB. Untuk mendukung tercapainya pengabdian kepada masyarakat yang juga merupakan indikator ketiga, pada tahun 2022, Poltekpar Lombok melakukan 2 skema pengabdian yaitu pengabdian kelompok dan Bimbingan Teknis kepada masyarakat.

Skema pertama, Poltekpar Lombok telah melakukan 4 pengabdian kelompok yaitu ke Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat dengan jumlah total sasaran sebanyak 160 orang atau 40 orang masing-masing pengabdian. Sedangkan untuk skema kedua, Poltekpar Lombok telah melakukan 14 Pengabdian dengan total sasaran sebanyak 662 orang. Tahun 2023 ini, Poltekpar Lombok meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menjangkau 10 wilayah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tentu dengan bertambahnya wilayah ini, diharapkan pula dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Khususnya bagi pengelola desa wisata dan para pemangku kepentingan terkait.

“Poltekpar Lombok juga ikut mendukung berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai stakeholder baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Beberapa diantaranya yakni dukungan pada kegiatan MXGP, WSBK, Putra Putri Pariwisata NTB, Diklat Pariwisata Dasar, dan kegiatan lainnya,” jelasnya.

Herry menambahkan, pada tahun 2023 ini Poltekpar Lombok berhasil memperoleh akreditasi perguruan tinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan peringkat “Baik Sekali”.

“Hal ini tentu menjadi bukti bahwa institusi kita yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT. Namun, tentu saja Poltekpar Lombok belum puas dan akan terus melakukan inovasi untuk meraih predikat yang lebih tinggi baik secara nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Untuk mencapai indikator tahun 2023, Poltekpar Lombok kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas dengan tetap berpedoman pada moto Gercep, Geber dan Gaspol.

Asisten II Setda NTB, dokter Nurhandini Eka Dewi yang hadir mewakili Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah, berharap Kampus Poltekpar Lombok menjadi lembaga vokasi go internasional.

“Namun perlu kami tahu juga, berapa jumlah lulusan Poltekpar Lombok yang sudah berkarya tingkat Global. Karena Poltekpar Lombok sangat membantu berkembangnya KEK Mandalika,” ungkap Mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTB itu.

Disampaikan pula bahwa ada 7 desa penyangga di NTB yang mendapat support penuh dari pemerintah pusat untuk pengembangan pariwisata. Karenanya diharapkan jangan sampai NTB yang indah namun pengunjungnya merasa tidak nyaman. “Keinginan Gubernur, generasi muda NTB bisa berkiprah di mancanegara,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Menparekraf Ni Wayan Giri Adnyana, saat memberikan sambutan secara online mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada 2016 lalu, Poltekpar Lombok berkontribusi besar dalam mendukung dan mencetak SDM pariwisata yang unggul di Nusa Tenggara Barat.

“Sejak kehadirannya, Poltekpar Lombok telah memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan pariwisata dan mencetak SDM pariwisata NTB yang bertaraf internasional,” ucapnya.

Karenanya ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada para dosen dan seluruh pihak yang telah bekerja keras memajukan kampus Poltekpar Lombok ini. (03)