RSUD NTB Berhasil Lakukan Operasi Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen pada anak 2,5 tahun

0
608

Mataram – RSUD Provinsi NTB sukses melakukan operasi Perdana pemasangan pace maker permanen pada seorang pasien NK asal Lombok Utara, berusia 2,5 tahun yang menderita blok AV total (TAVB).

Operasi Perdana Permanent Pacemaker pada Anak ini melibatkan sejumlah dokter RSUD Provinsi NTB, diantaranya:

1. dr. G.A.R Prawisanthi, Sp.Jp (K) FIHA (Consultant of Interventional Cardiology)

2. dr. Maz Isa Ansyori Arsatt, Sp. BTKV
3. dr. Elya Endriani, Sp. An (Spesialis Anak)
4. dr. Linda Silvana Sari, M. Biomed, Sp.A
5. dr. Novita, Sp. An
6. dr. Surya, Sp. An
7. dr. Edi Sp. BTKV
8. Tim Asisten Bedah dan Penata Anastesi.

Direktur RSUD NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes, MH, mengungkapkan
bahwa tindakan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim medis RSUD Provinsi NTB, membawa harapan baru untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.

"RSUD Provinsi NTB berupaya untuk menyediakan pelayanan terbaik untuk pasien anak-anak dengan kelainan jantung. Kami merasa terhormat dapat membantu pasien dan keluarganya dalam menghadapi kondisi ini, selain itu Ini adalah langkah awal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik untuk pasien-pasien dengan kelainan jantung anak di provinsi NTB," ujar Dr Jack sapaan akrab Direktur RSUD NTB saat konferensi pers Operasi Perdana Permanent pacemaker pada Anak RSUDP Provinsi NTB, Rabu, (23/8/23).

Sementara dr. G.A.R Prawisanthi, Sp.Jp (K) FIHA , Consultant of Interventional Cardiology mengungkapkan bahwa TAVB adalah kondisi langka dimana aliran impuls listrik dalam jantung terganggu, mengakibatkan ketidakseimbangan detak jantung dan dampak serius pada kesehatan anak-anak.

"Pace maker permanen ini dirancang untuk memberikan impuls listrik secara teratur ke jantung, memastikan ritme jantung yang sehat dan fungsional. Pasien yang menjalani prosedur ini diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan lebih normal dan merasa lebih baik," jelasnya.

Pace maker permanen yang dipasang ini bisa bertahan selama 5 sampai 6 tahun. Namun pada hari ke 120 dilakukan evaluasi apakah daya baterai nya sesuai dengan kondisi jantung pasien.

"Daya tahan baterai tergantung tinggi rendahnya voltase yang digunakan. Jika voltasenya baterai yang ditanam rendah maksimal bisa bertahan sampai 10 tahun," ujarnya.

dr. Maz Isa Ansyori Arsatt, Sp. BTKV, mengungkap bahwa operasi Pace maker permanent yang berlangsung selama 3 jam ini sukses dilaksanakan.

"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini pasien sudah dipindahkan ke ruang intensif dibawah pengawasan dokter," ungkapnya.

Ia mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Direktur RSUDP NTB Lalu Herman Mahaputra yang telah mendukung pelaksanaan operasi sehingga berjalan lancar.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pak direktur, operasi Pace maker permanent yang perdana dilakukan RSUD Provinsi NTB berjalan lancar," ucapnya.

Tinggalkan Balasan